Koordinasi Penyambutan Tamu HUT PGRI Se-Kabupaten Bengkayang di Desa Jagoi

Rapat Koordinasi Penyambutan Tamu HUT PGRI 2017 di Kecamatan Jagoi Babang

Jagoi. Kamis, 16 Nopember 2017 – Koordinasi Penyambutan Tamu HUT PGRI Se-Kabupaten Bengkayang di Desa Jagoi oleh Masyarakat Kaum/Pelaksana Adat Dusun Jagoi Babang.

Pada tanggal 22 Nopember 2017 hingga pada puncak kegiatan nanti yaitu tanggal 25 Nopember 2017 PGRI Kecamatan Se-Kabupaten Bengkayang akan melaksanakan kegiatan rutin yang diadakan setiap 2 (Dua) tahun sekali yang pada tahun ini kebetulan dilaksanakan di Kecamatan Jagoi Babang yang menjadi tuan rumah pelaksana dan Desa Jagoi menjadi pusat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Berkaitan dengan pelaksanaan penyambutan tamu, diperkirakan akan ada 10 penari senior (*Didominasi oleh mereka yang sudah berumur) dari Ibu – ibu maupun Bapak – bapaknya serta 7 orang pemain musik yang didominasi oleh bapak – bapak, ditambah 1 orang yang mempersiapkan keperluan sebagai perlengkapan karena mereka mengatakan hal tersebut masih terasa Sakral untuk dilakukan. Namun yang menjadi bahasan utama adalah mengenai kesiapan para penari dan berapa besaran anggaran yang mereka butuhkan. Karena masyarakat desa jagoi masih belum memiliki sanggar seni tari yang bisa menaungi aktivitas mereka pada pelaksaan kegiatan serupa untuk operasional sehingga mereka membutuhkan anggaran extra dari pihak penyelenggara kegiatan berhubung mereka juga merupakan kaum petani yang tidak memiliki penghasilan tetap. Seperti yang dikatakan oleh bapak Jeling (Kaur Pemerintahan) mereka wajib dan tetap harus diberikan honor pengganti hari kerja-nya tanpa memandang besarannya. Itulah bak kata masyarakat Dayak Bidayuh Jagoi sebut dengan “PILOSIH” (yang bisa berarti buah tangan). Nama tarian yang nantinya akan mereka persembahkan untuk menyambut para Tamu Terhormat adalah berupa Tarian “Sigal Sinoyan” Adat Dayak Bidayuh dan disertai dengan penaburan “Beras Kuning”.

Namun, seperti yang dikatakan oleh perwakilan dari Pihak Panitia dari PGRI Jagoi Babang, yaitu Bapak Margono selaku koordinator lapangan mengatakan akan mengusahakan anggaran tersebut walaupun sebenarnya pihak panitia juga minim anggaran biaya terkait dengan pelaksanaan kegiatan HUT PGRI tahun 2017 ini sehingga mereka terpaksa mengambil langkah inisiatif dengan meminjam bantuan keuangan dari Koperasi Guru – Jagoi Babang yang mereka miliki untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, sementara Bantuan Dana dari Pemerintah Daerah belum dikucurkan ke pihak panitia pengelola. Karena sementara pihak Desa juga tidak memiliki anggaran untuk membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Desa Jagoi selaku yang mengundang dan belum sempat hadir karena beliau juga sedang mengikuti rapat di Aula BAPPEDA Kab. Bengkayang pada hari Kamis ini. Kemungkinan besar keputusan pada hari ini akan bersifat Pending / Ditunda sehingga besok pukul 12.00 Wib bermaksud untuk menyampaikan kembali beberapa hal yang penting terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut dan mencoba mencari solusi lain agar proses penyambutan tamu dapat berjalan dengan lancar.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan