Kunjungan Dinas PUPR Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Kal-Bar ke Sumber Air Bersih Dusun Risau

Kunjungan Dinas PUPR Kalimantan Barat di Desa Jagoi Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang. Menunggu penandatanganan SPPD. Hari Kamis Tanggal 16 Nopember 2017

Jagoi. Kamis, 16 Nopember 2017 – Kunjungan Dinas PUPR Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Kalimantan Barat ke Sumber Air Bersih Dusun Risau.

Kunjungan  dari Dinas PUPR Balai Wilayah Sungai Kalimantan I tersebut merupakan kegiatan lanjutan untuk mengambil data inventaris di lapangan terkait pemeriksaan pembangunan pada titik Sumber Air Bersih yang pernah dibangun beberapa tahun sebelumnya di Dusun Risau. Terkait dengan itu, sedikit informasi yang dapat kami peroleh adalah hasil kunjungan dan laporan singkatnya.

Hasil data yang diperoleh dari kunjungan Bapak A. Satar dan Heri Susanto yang ditemani oleh Kepala Dusun Risau Bapak Bahsuren tersebut adalah masih bagus dan layaknya kondisi fisik bangunan hanya yang menjadi persoalan adalah menurunnya debit air pada sungai tersebut tidak deras dan tinggi seperti yang tampak pada awal pembangunan tersebut diselesaikan.

Menurut hemat Bapak Heri Susanto,

“turunnya debit air di sumber air tersebut adalah kemungkinan karena sudah berkurangnya pohon – pohon pada pegunungan sumber mata air dan banyaknya lahan sawit yang ditanami oleh para petani/pekebun Sawit”.

Selanjutnya, yang menjadi masalah kedepannya adalah kurangnya debit air sumber air bersih bagi masyarakat Desa Jagoi karena sekarang sedang maraknya penanaman sawit yang dilakukan oleh para petani begitu pula dengan penebangan pepohonan yang sulit dibendung di area pegunungan sumber air. Apakah akan ada solusi khusus dari pemerintah untuk membendung lajunya pertumbuhan dan perkembangan lahan sawit? dengan memberikan tumbuhan tanaman pengganti yang layak? atau mungkin campur tangan dari pemerintah dalam memberikan solusi bagaimana menjaga hutan demi kelangsungan hidup yang kebanyakanya menggunakan air, yang bukan hanya memikirkan bagaimana untuk makan, minum dan hidup untuk sehari saja. Mungkin bisa dipertanyakan dimana campur tangan para Cendekiawan Pertanian, Sarjana Pertanian, dan atau yang berkaitan dengan Kehutanan?.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan